Pada Selasa (29/9), Buhari, yang mulai menduduki kursi presiden pada akhir Mei lalu, berjanji memerangi korupsi, dan telah menegaskan dia ingin merombak sektor minyak di negara dengan perekonomian terbesar di Afrika itu. Minyak menyumbang 70 persen pendapatan Nigeria.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merupakan mantan jenderal yang pernah memerintah Nigeria 30 tahun lalu, Buhari memiliki pengetahuan mendalam tentang sektor minyak, setelah menjadi kepala Petroleum Trust Fund di bawah penguasa militer Sani Abacha pada 1990-an dan menjadi menteri minyak pada 1970 di bawah Presiden Olusegun Obasanjo.
Jatuhnya harga minyak global telah memukul keuangan publik Nigeria dan melemahkan mata uang naira-nya, memicu inflasi bahkan menunda pembayaran gaji pegawai negeri.
Buhari mengatakan dia akan memulihkan dan melacak pencurian uang dari sektor minyak selama bertahun-tahun.
Sementara itu, lembaga yang kini bertugas untuk melakukan audit terlait hilangnya uang dari sektor minyak mengatakan mereka tak bisa memperoleh dokumentasi yang cukup. Minyak tak hanya dicuri dari kesenjangan pengawasan dan pembukuan, namun penghitungan jumlah minyak yang dihasilkan juga luput di pipa-pipa, sumur-sumur dan terminal ekspor minyak. (stu)