Kadar Polusi Asap di Singapura Masih di Batas Tak Sehat

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Rabu, 30/09/2015 20:35 WIB
Kadar Polusi Asap di Singapura Masih di Batas Tak Sehat Menurut Indeks Standar Polutan, yang dirilis Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura, kadar polusi asap berkisar di antara 127 hingga 160. (Reuters/Edgar Su)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kadar polusi asap di Singapura masih berada di batas tak sehat pada Rabu (30/9). Menurut Indeks Standar Polutan, PSI, yang dirilis di situs Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) Singapura, hingga pukul 7 malam ini waktu Singapura kadar polusi asap berkisar di antara 127 hingga 160.

Menurut NEA, angka PSI di atas 100 merupakan kondisi yang berbahaya bagi kesehatan. "Dalam 24 jam ke depan, diperkirakan kondisi polusi asap tidak akan berbeda jauh dan masih berada di ambang tidak sehat," bunyi laporan di situs NEA, Rabu (30/9).

NEA juga menyebutkan bahwa bukan tidak mungkin asap yang semakin pekat akan bertiup Singapura dalam 24 jam ke depan.


"Untuk besok, angin diperkirakan akan terus bertiup dari timur ke tenggara. Karena sebagian besar kabut bertiup ke wilayah sekitar, kabut asap diperkirakan akan tetap berlanjut," tulis NEA.

Laporan NEA memaparkan bahwa sebanyak 11 titik api terdeteksi di Sumatra hari ini. Meski demikian, jumlah titik api diperkirakan lebih banyak, namun sulit terdeteksi karena langit tertutup kabut asap.

"Asap dari Sumatera masih bertiup ke wilayah sekitar. Sebagian asap dari Kalimantan juga masih menyebar ke arah barat hingga ke wilayah sekitar, memperburuk polusi asap hingga pagi ini," tulis NEA.

Kadar polusi asap di Singapura pernah mencapai 341, yaitu pada Jumat (25/9) pukul 5 pagi, dan bertahan sepanjang hari, menurut laporan Channel NewsAsia.

Menteri Lingkungan dan Sumber Air Singapura Vivian Balakrishnan sempat menyinggung soal kabut asap di akun Facebook-nya pada Jumat (25/9) dengan mengungkapkan empat perusahaan yang disinyalir menjadi dalang di balik bencana kabut asap.

Empat perusahaan Indonesia yang disebut pemicu kabut asap di Singapura dan Malaysia adalah: Rimba Hutani Mas, Sebangun Bumi Andalas Wood Industries, Bumi Sriwijaya Sentosa dan Wachyuni Mandira.

Perusahaan asal Singapura adalah salah satunya, yaitu Asia Pulp and Paper. Balakhrisnan mengatakan, Singapura telah memberikan surat peringatan kepada perusahaan itu untuk membeberkan informasi anak cabang mereka di Singapura dan Indonesia, serta memerintahkan mengambil langkah segera untuk memadamkan api.

Seperti dikutip Strait Times, Singapura sudah lima kali menawarkan bantuan untuk memadamkan api. Namun, beberapa waktu lalu Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya, sempat menolak bantuan tersebut dan mengatakan bahwa Indonesia masih memiliki cukup pasukan untuk memadamkan api.

Pada Senin (28/9), Siti menyatakan menghormati segala dukungan Singapura yang berencana akan meminjamkan waterbombing berkapasitas 5000 liter. Meski demikian, Siti menyatakan belum dapat perintah untuk bekerja sama dengan Singapura terkait bencana kabut asap.

Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, mengatakan bahwa pemerintah terbuka kepada negara tetangga yang ingin membantu.

"Silakan saja. Kita terbuka. Singapura bisa ikut lihat sendiri. Singapura, silakan kalau mau membantu. Jangan hanya bicara," ucap Kalla ketika berada di New York, Amerika Serikat, pada Senin (28/9), dikutip dari kantor berita Antara. (ama/ama)