Netanyahu Perketat Keamanan Israel Pasca Bentrok

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Selasa, 06/10/2015 10:01 WIB
Netanyahu Perketat Keamanan Israel Pasca Bentrok Benjamin Netanyahu mengizinkan pasukannya untuk mengambil aksi kuat melawan mereka yang melempar batu dan bom. (Sebastian Scheiner/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Senin (5/9) akan menerjunkan ribuan polisi di Yerusalem dan tentara tambahan di Tepi Barat untuk mengatasi rangkaian bentrok.

Seperti dilansir CNN, selama lima hari terakhir, Tepi Barat dan Yerusalem memang diwarnai kericuhan.

Pada Kamis, pasangan Israel ditembak mati di Tepi Barat, tepat di depan keempat anaknya. Pada Senin, Badan Keamanan Nasional Israel menahan lima orang yang diduga terkait dengan insiden ini.


Menurut seorang juru bicara Badan Keamanan Israel, kelima orang tersebut tergabung dalam grup yang berafiliasi dengan kelompok militan Palestina, Hamas, di Nablus. Mereka pun mengakui keterlibatan mereka dalam serangan tersebut.

Pada Sabtu, warga Palestina berusia 19 tahun menyerang dan menewaskan dua orang Israel dengan pisau di Kota Tua Yerusalem.

Pihak kepolisian mengatakan bahwa pelaku akhirnya tewas dalam baku tembak. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa pelaku adalah Mohannad Shafik Halabi dari Ramallah, Tepi Barat.

Rentetan insiden berlanjut pada Senin. Bocah Palestina berusia 13 tahun ditembak mati ketika kerusuhan pecah di Betlehem.

Menurut Pasukan Pertahanan Israel (IDF), anak tersebut sedang berjalan pulang dari sekolah bersama teman-temannya dan mencoba bersembunyi ketika melihat ada kerusuhan. Namun, seorang penembak jitu melepaskan tembakan tepat ke dada anak itu.

IDF mengatakan bahwa para pengunjuk rasa juga menyerang pasukan keamanan dengan batu dalam beberapa hari terakhir.

"Kami mengizinkan pasukan kami untuk mengambil aksi kuat melawan mereka yang melempar batu dan bom. Polisi akan masuk ke Arab. Ini tidak pernah dilakukan sebelumnya. Kami akan menggempur rumah teroris," kata Netanyahu. (stu/stu)