Kanselir Jerman Tetap Tolak Turki Masuk Uni Eropa
Reuters | CNN Indonesia
Kamis, 08 Okt 2015 09:37 WIB
Berlin, CNN Indonesia -- Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa bantuan Turki untuk membendung arus pengungis ke Eropa memang dibutuhkan namun itu tidak mengubah pandangannya yang menolak bergabungnya Turki ke Uni Eropa.
"Saya selalu menentang keanggotaan Uni Eropa, Presiden (Tayyip) Erdogan tahu ini, dan saya masih (menentangnya),” kata Merkel dalam acara bincang-bincang di televisi Jerman, ARD, Rabu (7/10).
Merkel memang merupakan salah satu yang menolak dengan tegas keanggotaan Turki ke Uni Eropa, bahkan sebelum ia menjadi Kanselir pada 2005. Ia hanya menganjurkan Turki untuk menjalin “kemitraan istimewa” Turki dengan Uni Eropa.
Tapi dia telah menghindari menggunakan istilah itu ataupun menyatakan penentangannya dengan terlalu keras dalam beberapa tahun terkahir.
Upaya Turki telah terhenti dalam beberapa tahun terakhir, dikarenakan ketertarikan Ankara sepertinya berkurang, sementara para pemimpin Eropa juga menilai kebijakan Erdoga yang makin otoriter.
Namun kini Eropa mencoba menjangkau Turki lagi, berharap negara itu bisa membantu mengatasi gelombang pengungsi dari Suriah dan Irak ke Eropa.
Erdogan mengunjungi Brussels pada Senin lalu dan dipresentasikan draf rencana Eropa yang berisi bantuan lebih banyak dana untuk pengungsi Suriah dan Irak yang tinggal di Turki.
"Kita perlu bicara dengan Turki tentang berbagi beban yang lebih baik," kata Merkel. "Itu akan berarti bahwa kita memberikan Turki uang…dan bahwa kita memenuhi tuntutan tertentu Turki, seperti mengurangi pembatasan visa." (stu)
"Saya selalu menentang keanggotaan Uni Eropa, Presiden (Tayyip) Erdogan tahu ini, dan saya masih (menentangnya),” kata Merkel dalam acara bincang-bincang di televisi Jerman, ARD, Rabu (7/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upaya Turki telah terhenti dalam beberapa tahun terakhir, dikarenakan ketertarikan Ankara sepertinya berkurang, sementara para pemimpin Eropa juga menilai kebijakan Erdoga yang makin otoriter.
Namun kini Eropa mencoba menjangkau Turki lagi, berharap negara itu bisa membantu mengatasi gelombang pengungsi dari Suriah dan Irak ke Eropa.
Erdogan mengunjungi Brussels pada Senin lalu dan dipresentasikan draf rencana Eropa yang berisi bantuan lebih banyak dana untuk pengungsi Suriah dan Irak yang tinggal di Turki.
"Kita perlu bicara dengan Turki tentang berbagi beban yang lebih baik," kata Merkel. "Itu akan berarti bahwa kita memberikan Turki uang…dan bahwa kita memenuhi tuntutan tertentu Turki, seperti mengurangi pembatasan visa." (stu)