Cuaca Buruk, Arus Imigran yang Tiba di Yunani Berkurang

Amanda Puspita Sari/Reuters, CNN Indonesia | Sabtu, 03/10/2015 04:06 WIB
Cuaca Buruk, Arus Imigran yang Tiba di Yunani Berkurang hampir 400 ribu imigran melakukan perjalanan penuh risiko dengan perahu ke Yunani pada tahun ini. Sabanyak 520 ribu telah menyebrangi laut Mediterania. (Reuters/Yannis Behrakis)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan pengungsi PBB, UNHCR, menyatakan bahwa jumlah migran dan pengungsi yang tiba di pantai Yunani menurun drastis pada pekan ini karena cuaca buruk. Meski demikian, kedatangan para imigran ke Eropa diperkirakan akan terus terjadi jika cuaca membaik.

Dilaporkan Reuters, hampir 400 ribu imigran melakukan perjalanan penuh risiko dengan perahu ke Yunani pada tahun ini. Sabanyak 520 ribu telah menyebrangi laut Mediterania.

Pada tanggal 25 September saja, sekitar 6.600 tiba di Yunani.


Menurut data UNHCR, jumlah imigran menurun drastis pada hari dua berikutnya, yakni 2.200 imigran pada 26 September dan 1.500 imigran pada 27 September.

"Namun demikian, perbaikan cuaca diperkirakan akan menyebabkan lonjakan kedatangan imigran lewat laut," kata juru bicara UNHCR, Adrian Edwards pada rapat rutin PBB di Jenewa, Jumat (2/9).

"Cuaca yang cenderung dingin dan berangin saat ini membuat penyeberangan dari Turki ke Yunani lebih berbahaya. Pada Rabu, ada empat operasi penyelamatan terpisah di Lesvos, di mana 283 imigran ditemukan," kata pernyataan UNHCR.

UNHCR memperkirakan pada tahun ini terdapat setidaknya 1,4 juta imigran dan pengungsi yang melarikan diri ke Eropa melalui Mediterania tahun ini dan tahun berikutnya.

"Ini sangat jelas merupakan kondisi darurat dalam skala yang sangat besar," kata Edwards.
Dia menolak mengomentari apakah UNHCR memperkirakan Rusia akan meluncurkan serangan udara di Suriah, sebagai upaya Rusia untuk berkontribusi mengakhiri perang yang menjadi penyebab utama arus imigran ke Eropa.
(ama/ama)