Diberitakan Reuters, Minggu (11/10), cara ini diharapkan bisa meningkatkan bantuan kemanusiaan bagi pengungsi dan membantu pembangunan di wilayah konflik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Negara penyumbang juga diminta memberikan potongan suku bunga bagi negara-negara yang menampung pengungsi hingga menjadi nol persen, kata wakil Presiden Bank Dunia untuk Timur Tengah dan Eropa Hafez Ghanem.
"Masyarakat fokus pada situasi di Suriah karena apa yang terjadi di Eropa, tapi sebenarnya juga ada masalah yang sama di Yaman, yang juga sangat serius," kata Ghanem usai pertemuan dalam rapat tahunan Bank Dunia dan IMF.
Menurut perkiraan PBB, akan ada ratusan ribu pengungsi yang lari dari perang dan masalah ekonomi ke Eropa pada tahun ini. Ini adalah gelombang pengungsi terbesar sejak Perang Dunia II.
Dukungan rencana ini datang dari negara G7 dan negara-negara Eropa lainnya. Ghanem mengatakan, dengan cara ini diharapkan mereka bisa mengumpulkan "miliar dobel digit" dalam lima hingga 10 tahun ke depan.
"Ketidakstabilan Timur Tengah dan Afrika Utara mempengaruhi dunia keseluruhan, tidak hanya melalui pengungsi, tapi juga melalui terorisme, fluktuasi harga minyak, jadi seluruh komunitas internasional punya kepentingan untuk mengatasi hal ini dan dalam membantu negara lain mencapai stabilitas serta berkembang serta maju," kata Ghanem. (den)