1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang dewan penasihatnya dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, memang sedang berada di pusaran badai politik akibat utang senilai lebih dari US$11 miliar serta tuduhan korupsi dan salah urus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena tidak pernah ada keharusan, kelalaian pejabat 1MDB untuk mengungkap hal ini juga bukan merupakan kesalahan," kata Apandi.
Sebelumnya, BNM juga meminta 1MDB untuk mengembalikan US$1,83 miliar ke Malaysia. Namun, mereka mengatakan bahwa uang tersebut sudah digunakan untuk menutupi utang.
Diberitakan Channel NewsAsia, uang tersebut sebenarnya digunakan untuk ekuitas dan pinjaman investasi dalam kerja sama bisnis dengan perusahaan minyak PetroSaudi antara 2009 dan 2011.
Sementara itu pada Senin lalu, mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, dan beberapa pemimpin partai yang berkuasa menuntut penyelesaian skandal 1MDB dan mengecam aksi penahanan para pembangkang. (stu/stu)