Hina Pemerintah, Kartunis Malaysia Terancam 43 Tahun Penjara

Denny Armandhanu, CNN Indonesia | Selasa, 27/10/2015 11:37 WIB
Kartunis Zunar akan menyuarakan penentangannya dari London atas gugatan penghasutan terkait karyanya yang dinilai menghina pemerintah Malaysia. Kartunis Zunar akan menyuarakan penentangannya dari London atas gugatan penghasutan atas karyanya yang dinilai menghina pemerintah Malaysia. (CNN Indonesia/Ranny Virginia Utami)
London, CNN Indonesia -- Kartunis Malaysia Zulkiflee Sm Anwar Ulhaque yang memiliki nama pena Zunar, akan menjalani pengadilan bulan depan menyusul karyanya yang dinilai provokatif. Atas tuduhan tersebut, Zunar terancam penjara 43 tahun.

Diberitakan The Independent, Selasa (27/10), Zunar saat ini tengah berada di Inggris untuk melakukan aksi menentang keputusan Malaysia sekaligus menggelar pameran karya-karyanya.

Zunar dikenakan sembilan dakwaan atas Pasal Hasutan peninggalan kolonial Inggris yang diterapkan di Malaysia sejak 1948.


Gugatan itu dilayangkan pemerintah Perdana Menteri Najib Razak menyusul kritik Zunar di Twitter soal pengadilan Malaysia terhadap pemimpin oposisi Anwar Ibrahim atas kasus sodomi Februari lalu. Menurut Zunar, pengadilan itu telah ditunggangi oleh Najib.

Najib dan istrinya, Rosmah Mansor, memang merupakan objek kartun yang paling sering digambar oleh Zunar. Mansor digambarkan sebagai wanita yang glamor bergelimang harta, sementara Najib memeras rakyat.

Zunar mengatakan bahwa karyanya fokus pada tiga hal, yaitu korupsi, keadilan dan pelanggaran terhadap kebebasan berekspresi.

Sebanyak 18 buku Zunar semuanya dilarang terbit di Malaysia dan tidak ada media yang berani menampilkan kartunnya. Februari lalu, perusahaan yang mencetak komik Zunar digeledah polisi.

"Tugas kartunis adalah mengkritik pemerintah tapi di Malaysia harus lebih dari itu, kami harus melawan melalui kartun. Itulah motivasi saya, karena bakat itu bukanlah anugerah tapi tanggung jawab," kata Zunar di Inggris.

Rencananya Zunar dan beberapa aktivis akan menyuarakan penentangan terhadap pemerintah Malaysia di Speakers' Corner Taman Hyde, London. Lokasi ini memang merupakan tempat menyuarakan aspirasi warga Inggris.

Kasus Zunar menjadi perhatian organisasi HAM dan kebebasan berbicara di Inggris, salah satunya adalah Amnesty UK yang meluncurkan kampanye Write for Right di seluruh dunia.

"Kartun bisa mengguncang kemapanan dan itulah mengapa mereka sangat ditakuti oleh rezim yang ingin memberangus kritik. Di seluruh dunia kartunis seperti Zunar memainkan peranan penting dalam perjuangan mendapatkan kebebasan - dan seringkali mereka harus membayar mahal," kata Kate Allen, direktur Amnesty UK, sembari memberikan contoh Ali Farzat, kartunis Suriah yang dipatahkan tangannya setelah memperolok Bashar al-Assad.

Hasil karya Zunar akan dipamerkan di Museum Kartun London sebagai bagian dari pameran Gillray's Ghost yang diadakan untuk mengenang kartunis James Gillray. (stu)