Mengutip Reuters, Sabtu (31/10), petugas keamanan Mesir mengatakan pesawat jet jenis Airbus A-312 yang sedianya akan bertolak dari Sinai menuju St Petersburg telah melintasi kawasan terpencil pegunungan Sinai pada pagi hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Markin juga mengatakan bahwa sekelompok peneliti dan ahli kejahatan telah dibentuk dan akan segera menuju Mesir.
"Mereka akan beroperasi sesuai dengan bidang keahliannya dan bersama-sama dengan perwakilan Republik Mesir sesuai dengan norma-norma hukum nasional dan internasional," ujar Markin, mengutip Interfax.
Sebelumnya, KGL-9268 dari maskapai Kogalymavia yang berbasis di Siberia hilang kontak dengan menara pengawas saat terbang menuju St Petersburg, Rusia, dari Sharm El-Sheikh, Mesir.
Pesawat hilang kontak 23 menit setelah mengudara dan dinyatakan jatuh di Semenanjung Sinai oleh Perdana Menteri Mesir Sharif Ismail. (panji/utw)