Rusia Bantah Klaim Tanggung Jawab ISIS Atas Jatuhnya Pesawat

Reuters, CNN Indonesia | Sabtu, 31/10/2015 23:42 WIB
Rusia Bantah Klaim Tanggung Jawab ISIS Atas Jatuhnya Pesawat Ilustrasi pesawat jatuh.(photoncatcher/Gettyimages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok militan yang berafiliasi dengan ISIS mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Rusia di semenanjung Sinai, Mesir. Kelompok itu menyatakan hal tersebut melalui Twitter yang beredar di kalangan pendukungnya.

Sebelumnya sumber dari pihak keamanan setempat mengatakan bahwa penyelidikan awal dari kecelakaan itu adalah akibat kesalahan teknis.

“Pejuang ISIS telah bisa menjatuhkan pesawat Rusia di provinsi di Sinai yang membawa 220 tentara salib Rusia. Mereka semua terbunuh, terima kasih kepada Tuhan,” demikian pesan yang beredar lewat Twitter itu.


Klaim pertanggungjawaban terhadap kecelakaan itu juga muncul di website Aamaq yang merupakan kantor berita semi resmi ISIS.

Klaim ISIS ini langsung mendapat tanggapan dari Menteri Transportasi Rusia, Maxim Solokov. Kepada kantor berita Interfax, Solokov menyatakan bahwa pesawat Rusia jatuh akibat serangan teroris “tidak bisa dianggap akurat”.

“Kini di beberapa media, ada yang memberikan informasi bahwa pesawat penumpang Rusia … ditembak jatuh dengan misil anti pesawat terbang yang ditembakkan teroris. Informas ini tidak bisa dianggap akurat,” kata Solokov.

Sementara itu Presiden Rusia, Vladimir Putin telah melakukan pembicaraaan via telepon dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengenai pesawat Rusia yang jatuh di Mesir.

Mengutip Reuters, tak hanya menyatakan belasungkawanya, al-Sisi juga menyatakan membuka kemungkinan sebesar bagi pihak Rusia untuk berpartisipasi dalam penyelidikan tentang penyebab kecelakaan.

Meski seperti diberitakan sebelumnya bahwa Komite Investigasi Rusia telah menduga penyebab jatuhnya pesawat terjadi akibat kesalahan saat pengambilan sampel dan pengisian bahan bakar terakhir, Badan Regulasi Penerbangan Rusia Rosaviatsia menyatakan hal sebaliknya.

Lembaga tersebut menyatakan belum melihat alasan kuat untuk menyebut kecelakaan pesawat terjadi akibat kesalahan teknis baik oleh kru atau pihak lain, demikian dilaporkan kantor berita RIA.

“Sebelum ada bukti kuat tentang kondisi yang menyebabkan kecelakaan ini, tak ada alasan untuk menyimpulkan dan mendiskusikan berbagai versi penyebab kecelakaan,” demikian pernyataan Rosaviatsia. (utw/utw)