Dalam konferensi pers pada Kamis (5/11), Ma mengatakan bahwa ia dan Xi tidak akan mengangkat isu Laut China Selatan yang sensitif. Baik China dan Taiwan mengklaim banyak wilayah di Laut China Selatan, meski Taipei selama ini tak terlihat agresif seperti China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, perang urat saraf di Laut China Selatan juga mencuat, antara Amerika Serikat dan China, setelah kapal perang AS USS Lassen memasuki wilayah 12 mil laut dari terumbu karang yang diklaim Beijing di perairan itu. Langkah AS menuai protes dan kecaman dari pemerintahan Xi Jinping yang menganggapnya sebagai provokasi.
AS berdalih, manuver tersebut sebagai bentuk upaya menegakkan kebebasan navigasi di perairan internasional Laut China Selatan.
Terkait pertemuan ini, Ma juga mengatakan bahwa AS memberi respons positif.
Ditanya soal kesannya terhadap sosok Xi, Ma mengatakan, “Saya belum bertemu dia, jadi saya tak punya kesan pertama. Jika sudah bertemu, saya akan mengatakannya.” (stu)