Hal ini disampaikan NSA dalam memonya kepada komite intelijen di Kongres, diberitakan Reuters, Selasa (10/11). Dalam memo yang dikirim pada Senin (9/11) itu, NSA mengaku "telah sukses mengembangkan teknik arsitektur untuk mendukung program baru" yang akan mulai dioperasikan pada 29 November mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peraturan bernama Undang-undang Kebebasan Amerika itu menyebutkan bahwa NSA memiliki waktu enam bulan lagi untuk mengumpulkan hasil sadapan dari telepon warga, namun harus atas persetujuan pengadilan.
"Sementara pekerjaan kami belum rampung, pengujian kerja sistem internal baik di NSA dan perusahaan penyedia layanan telekomunikasi telah dimulai, dan pertukaran dokumen pengujian dengan perusahaan itu tengah berjalan," ujar memo NSA.
Perubahan sistem NSA ini merupakan dampak dari dibocorkannya data-data mereka oleh Snowden ke berbagai media. Data-data tersebut mencakup hubungan kerja sama intelijen antara NSA dengan berbagai badan mata-mata di seluruh dunia.
Di antara yang disadap oleh NSA dan mitranya adalah para kepala negara, membuat hubungan AS dengan negara sahabat meregang. Dalam laporan yang dibocorkan Snowden juga disebutkan penyadapan oleh badan intel Australia terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu dan beberapa pejabat kabinetnya. (stu)