Siaran propaganda yang dianggap oleh Korut sebagai penghinaan ini, dijadwalkan dimulai kembali pada Jumat siang (8/1) waktu setempat.
Kantor berita Korsel, Yonhap, melaporkan penambahan pasukan Korut ini dengan mengutip seorang pejabat pertahanan yang tak disebutkan namanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian unifikasi Korea Selatan sebelumnya mengatakan bahwa mereka belum memutuskan untuk menutup kompleks industri Kaesong yang merupakan kerja sama Korsel-Korut, yang berlokasi di dekat perbatasan yang dijaga ketat militer.
Korsel juga belum memutuskan apa yang harus dilakukan oleh Korut untuk mengakhiri siaran propaganda kali ini.
Lihat juga:Permintaan Maaf Akhiri Tensi Korsel-Korut |