Kantor berita Korut, KCNA, memberitakan bahwa mahasiswa tersebut memasuki wilayah Pyongyang sebagai turis.
Dalam pemberitaan tersebut, KCNA menyebut bahwa mahasiswa ini "dimanipulasi oleh pemerintah AS."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, KCNA tak menjabarkan lebih lanjut mengenai aksi apa yang dilakukan mahasiswa itu.
Seorang pejabat di Kedutaan AS di Korea Selatan mengaku mengetahui masalah penahanan warganya di Korut ini.
Tahun lalu, seorang pastor Kanada kelahiran Korea Selatan ditahan di Korut dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup untuk subversi.
Awal bulan ini, seorang pria Amerika-Korea mengatakan kepada CNN di Pyongyang bahwa ia ditahan oleh negara atas tuduhan mata-mata.
Korsel sebelumnya mengatakan bahwa AS dan sekutunya kini sedang menggodok sanksi lebih jauh setelah Korut mengadakan uji coba bom hidrogen awal bulan ini.
Uji coba bom tersebut dianggap merupakan pelanggaran resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Korsel mendesak China untuk menekan Korut sebagai negara sekutu terdekatnya. (stu)