Dalam sebuah wawancara dengan Reuters di Kairo, Obaidi mengatakan bahwa para penculik tersebut sudah membidik ketiga warga AS sejak lama karena mereka kerap mendatangi tempat yang sama.
Tiga warga ini bekerja untuk General Dynamics Corp, di bawah kontrak dengan tentara AS.
Lihat juga:Mufti di Saudi Haramkan Permainan Catur |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri ini tak menjabarkan lebih lanjut alasan dari indikasinya tersebut.
Kini, badan-badan intelijen AS tengah melakukan penyelidikan terhadap hilangnya warga mereka berfokus pada tiga kelompok militan Islam yang berkaitan erat dengan Iran, yaitu Asaib Ahl al-Haq, Kata'ib Hizbollah, dan Organisasi Badr.
Pemerintah Irak selama ini berjuang untuk meredam milisi Syiah. Kebanyakan dari milisi tersebut juga memerangi militer AS menyusul invasi pada 2003. Milisi Syiah juga dituding bertanggung jawab atas pembunuhan dan penculikan warga AS.
Sementara itu, hubungan antara AS dan Iran kini mulai hangat dengan dicabutnya sanksi atas Teheran setelah perjanjian nuklir.
Namun, AS kembali memberikan sanksi pada 11 perusahaan dan individu karena memberikan dukungan bagi program rudal balistik Iran pada Minggu (17/1).
Lihat juga:Iran Hapus Kata 'Wine' dalam Buku |