Melalui secarik surat bertanggal 22 Januari, Thein mengatakan kepada Ketua Majelis Rendah, Thura U Shwe, untuk meminta persetujuan dari parlemen untuk melakukan merger terhadap kedua kementerian tersebut.
Selain itu, penyatuan ini juga akan mengurangi pengeluargan dan mengefektifkan upaya keamanan nasional dan perbatasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Shwe lantas membawa mandat ini ke Komite Gabungan Parlemen, badan yang terdiri dari semua anggota perwakilan partai.
Lihat juga:Myanmar Bebaskan 100 Tahanan Politik |
Jajaran parlemen sekarang akan mengakhiri masa jabatannya pada 29 Januari. Kursi parlemen kemudian akan diduduki oleh anggota baru yang didominasi delegasi NLD.
Selama ini, Kementerian Imigrasi dan Populasi berada langsung di bawah presiden. Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri merupakan salah satu dari tiga kementerian yang dikontrol langsung oleh militer untuk memastikan junta memegang posisi kunci dalam pemerintahan.
Imigrasi menjadi isu besar selama 5 tahun masa jabatan Thein yang akan berakhir pada 30 Maret mendatang. Lebih dari 100 ribu orang Muslim Rohingya ditempatkan di kamp di Rakhine, menanti kepastian kewarganegaraan dari pemerintah. Kebanyakan dari mereka merupakan imigran ilegal dari Bangladesh. (stu)