Daftar pemberontak yang akan diajak berdiskusi diajukan oleh setiap negara, termasuk Amerika Serikat dan Rusia, peserta Perundingan Wina sejak Desember lalu.
Setiap negara kemudian memberikan daftar masing-masing ke PBB untuk akhirnya ditentukan kelompok pemberontak mana yang dapat mengikuti perundingan damai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada penolakan kelompok tertentu oleh Turki yang mengatakan bahwa mereka tidak harus berpartisipasi di pembicaraan Suriah. Itu sangat berbahaya untuk proses Pembicaraan Wina dan dengan PBB ini," ujar Galuzin dalam jumpa pers di kediamannya di Jakarta, Kamis (28/1).
Kendati demikian, Galuzin mengatakan bahwa Rusia akan mendukung apapun keputusan PBB mengenai perwakilan pemberontak ini.
Lihat juga:Pasukan Irak Klaim Gagalkan Serangan ISIS |
Sementara pembicaraan damai terus berlanjut, Rusia memastikan akan tetap melakukan serangan udara di Suriah untuk menggempur ISIS selama masih dibutuhkan oleh rezim Presiden Bashar al-Assad.
"Ketika pemerintah Suriah merasa bahwa operasi melawan terorisme itu sudah selesai atau sudah cukup memuaskan, dan mereka merasa tidak membutuhkan bantuan kami lagi, kami mungkin akan menghentikan operasi tersebut," kata Galuzin. (den)