Menurut sumber yang tidak disebut namanya itu, pelaku memiliki sepupu seorang anggota ISIS di Suriah. Sejauh ini, keterlibatan pelaku yang belum diketahui namanya ini belum diungkapkan oleh pemerintah Mesir.
Sebelumnya Mesir menyatakan tidak menemukan bukti terorisme dalam kasus jatuhnya pesawat maskapai Rusia, Metrojet, yang menewaskan 224 orang dalam penerbangan dari Sharm el-Sheikh tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia tidak boleh bertanya apa-apa dan diminta meletakkan bom di pesawat," lanjut sumber.
Sumber juga mengatakan, keempat orang tersebut belum didakwa hingga kini.
Kecelakaan itu memicu kesadaran soal keamanan Mesir yang masih buruk pasca revolusi, terutama di wilayah Sinai tempat anggota ISIS bercokol.
Rusia dan negara barat sebelumnya meyakini pesawat itu dipasangi peledak. Namun Mesir tetap membantah dengan mengatakan tidak ada bukti serangan dalam peristiwa itu.
Dalam foto diperlihatkan kaleng Schweppes dengan detonator dan tombol. Peledak ini sangat sederhana, memicu ketakutan para maskapai udara. (den)