NLD memenangi 80 persen kursi parlemen pada pemilu November tahun lalu, sehingga bisa membentuk pemerintahan sendiri. Selain mayoritas NLD, berdasar konstitusi Myanmar, militer juga memiliki jatah 25 kursi di parlemen.
“Ini adalah parlemen pertama Myanmar yang dipilih oleh rakyat selama bertahun-tahun,” kata Pyon Cho, anggota parlemen yang pernah mendekam di penjara selama 20 tahun karena menjadi anggota kelompok antijunta, Generasi Mahasiswa 88. “Kami memiliki [suara] mayoritas. Kami memiliki tugas untuk memenuhi manifesto kami dan mengubah kehidupan rakyat di negara ini.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 51,5 juta rakyat Myanmar memiliki ekpektasi besar terhadap NLD, untuk membawa perdamaian dan menyelesaikan masalah etnis serta penganiayaan terhadap Muslim Rohingya di Rakhine.
“Mereka [rakyat] berharap semua masalah akan selesai secara otomatis setelah NLD memegang pemerintahan, FDI akan masuk,” kata Shwe Mann, juru bicara parlemen yang kini dekat dengan Suu Kyi, merujuk pada investasi asing.
Lihat juga:Myanmar Bebaskan 100 Tahanan Politik |
Suu Kyi sebelumnya mengatakan bahwa ia akan berada “di atas presiden” dan akan mengontrol penuh pemerintahan. Namun tidak jelas apa posisinya dan bagaimana ia melakukannya.
“Untuk menjawab tantangan, mereka harus memilih orang yang tepat dan menempatkan mereka di posisi yang tepat,” rambah Shwe Mann. “Ini juga akan menjadi perhatian utama, karena akan memutuskan bagaimana prestasi pemerintah.” (stu)