"Rusia secara konsisten melakukan upaya dalam kerangka kerja internasional untuk mencapai kesepakatan politik dan perdamaian untuk situasi di Suriah," ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Pekskov, seperti dikutip Reuters.
Lihat juga:Rusia Tuding Turki Akan Menginvasi Suriah |
Perundingan damai antara pemerintah Suriah dan oposisi yang dimediasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa seharusnya berlangsung pada Jumat pekan lalu. Namun, pembicaraan selalu tertunda hingga akhirnya ditangguhkan pada Rabu (3/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Laporan Intelijen AS Sebut ISIS Melemah |
Seorang pejabat senior PBB yang tak ingin disebut namanya mengatakan bahwa Mistura menyerukan penangguhan perundingan setelah Rusia meningkatkan serangan udara untuk membantu Assad. Serangan ini dianggap merusak upaya perdamaian.
“Saya kira utusan khusus memutuskan untuk menangguhkan pembicaraan karena PBB tidak ingin diasosiasikan dengan eskalasi Rusia di Suriah, yang merusak perundingan keseluruhan,” kata pejabat itu.
Pejabat tersebut mengakui bahwa serangan udara yang dilakukan Rusia memang membawa kemajuan. Namun, serangan tersebut juga berdampak buruk bagi kelompok oposisi.
Hijab mengatakan bahwa itu bukanlah kesempatan terakhir untuk perdamaian, tapi oposisi tidak akan kembali ke perundingan tanpa bukti peningkatan kemanusiaan di lapangan.
Penangguhan ini, menurut dia, adalah kesempatan masyarakat internasional untuk menekan Assad dan sekutunya.
Hijab menyalahkan delegasi pemerintah Suriah atas penangguhan perundingan. Namun, pemimpin delegasi Assad, Bashar Ja’afari, mengatakan ini merupakan “kegagalan semua orang kecuali Republik Arab Suriah.”
“Kami mempertimbangkan gaya yang digunakan oleh utusan khusus untuk membenarkan penarikan delegasi Riyadh di bawah instruksi Arab Saudi, Qatar dan, Turki tidak subjektif. [Utusan khusus] tidak mengatakan apa yang sebenarnya,” kata Ja’afari. (ama)