Hizbullah memang menerjunkan pasukan ke Suriah untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad dalam perang sipil yang sudah berlangsung hampir lima tahun. Namun, AS menganggap Hizbullah sebagai kelompok teror.
Seperti diberitakan Reuters, Penegak Hukum Narkoba AS (DEA) tak merinci jumlah orang yang ditahan. Namun, mereka mengatakan bahwa orang yang dibekuk meliputi pemimpin-pemimpin jaringan sel Hizbullah di Eropa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"[Investigasi ini] sekali lagi menunjukkan bahaya global atas kaitan antara penjualan narkoba dan terorisme," demikian kutipan pernyataan resmi DEA, Senin (1/2).
Proses investigasi yang mulai dilaksanakan pada Februari 2015 lalu ini merupakan sinergi antara tujuh negara, yaitu AS, Perancis, Jerman, Italia, dan Belgia. (stu/stu)