Rekaman audio tersebut dirilis oleh al-Mourabitoun, cabang dari AQIM, di saluran Telegram resmi kelompok militan itu. Dalam rekaman ini, militan itu memutuskan untuk membebaskan salah satu sandera, seorang wanita, tanpa syarat.
Identitas sandera diketahui adalah Dr Ken Elliott dan istrinya, Jocelyn, yang berusia sekitar 80-an tahun. Menurut Presiden Burkinabe, Roch Marc Christian Kabore kepada CNN, keduanya menjalankan klinik berkapasitas 120 tempat tidur di kota Djibo selama lebih dari 40 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, pemerintah Australia mengaku menyadari adanya rekaman tersebut dan terus melakukan kontak dengan keluarga Elliott.
"Keamanan dan kesejahteraan Tuan dan Nyonya Elliott adalah perhatian utama kami," kata Kementerian Luar Negeri Australia dalam sebuah pernyataan.
"[Pihak] keluarga meminta privasi dan pemerintah tidak akan memberikan komentar lebih lanjut saat ini," lanjut bunyi pernyataan Kemenlu Australia.
Kelompok Al-Mourabitoun, yang terkait dengan AQIM, juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan pada November lalu di Radisson Blu Hotel di Mali, yang menewaskan 22 orang. (ama)