Direktur Intelijen Nasional, James Clapper, dalam laporannya ke Senat AS pekan ini mengatakan bahwa ISIS berhasil mengembangkan senjata kimia jenis sulfur mustard. ISIS menurut Clapper, bahkan telah menggunakan senjata kimia ini dalam sebuah serangan.
"Ada beberapa tuduhan bahwa ISIS telah menggunakan senjata kimia di Suriah dan Irak," kata Clapper, dikutip dari The Independent, Rabu (10/2).
Lihat juga:ISIS Diduga Akan Serang AS Tahun Ini |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sulfur mustard adalah bahan kimia yang bisa menyebabkan terbakar pada kulit, mata, dan sistem pernafasan. Zat itu bisa menghancurkan syaraf dalam hitungan menit, rasa sakit akibat terpapar bisa bertahan selama berjam-jam sebelum menewaskan seseorang.
Pemerintah Bashar al-Assad di Suriah sebelumnya menggunakan senjata kimia yang menewaskan ribuan orang tahun 2013 lalu.
Sebelumnya senjata kimia pernah digunakan oleh kelompok teroris dari sekte Shinrikyo di stasiun kereta bawah tanah Tokyo, Jepang, tahun 1995, yang menewaskan 12 orang, melukai 50 orang dan membuat 1.000 lainnya mengalami kerusakan penglihatan.
Clapper mengatakan bahwa ISIS kini telah menjadi ancaman bagi dunia, lebih besar ketimbang al-Qaidah. (stu)