Saudi berinisiatif berpartisipasi kembali dalam aksi serangan udara melawan ISIS dalam beberapa pekan ini. Langkah ini mendapat sambutan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Ash Carter yang mengatakan menyambut baik komitmen Riyadh mengambil peranan tersebut.
“Arab Saudi saat ini sedang mengirimkan pesawat-pesawatnya ke Turki, pangkalan udara militer Incirlik. Mereka (Saudi) datang dan telah melakukan inspeksi di pangkalan,” kata Cavusoglu kepada surat kabar Yeni Safak yang dikutip Reuters, menambahkan tidak jelas berapa banyak jet tempur yang dikirimkan dan mengirimkan serdadunya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Empat bulan setelah Rusia mengirimkan serangan udara di Suriah banyak membantu Assad merebut kembali wilayah yang tadinya dikuasai pemberontak sekaligus memberi sinyal kuat kepada negara-negara yang membantu para pemberontak.
Ditanya apakah pasukan Saudi bisa memasuki Suriah dari Turki, Cavusoglu menjawab “Ini sebuah harapan, bukanlah sebuah hal yang telah direncanakan. Arab Saudi tengah mengirimkan pesawat tempur”. “Saya (Turki) bisa mengirimkan pasukan darat untuk operasi bila memang diperlukan”.
Brigadir Jenderal Ahmed Al-Assiri menyatakan bahwa Riyadh "siap" dan akan bertarung bersama dengan sekutu koalisi pimpinan Amerika Serikat untuk mengalahkan militan ISIS di Suriah.
Meski demikian, ditanya rincian lebih lanjut soal rencana ini, Assiri menyatakan Washington lebih cocok untuk menjawab pertanyaan itu.
"Kami hanya mewakili [keputusan] Saudi dalam mengirimkan pasukan," kata Assiri, dikutip dari Al-Arabiya, Kamis (11/2). (bag)