Diberitakan Telegraph, Senin (22/2), latihan dengan sandi Key Resolve dan Foal Eagle ini rencananya akan digelar pada 7 Maret mendatang. Latihan ini akan melibatkan 15 ribu tentara AS, dua kali lipat dibanding latihan gabungan tahun lalu. Mereka akan memamerkan kemampuan tembak militer Amerika.
Sementara Korsel akan menurunkan 290 ribu personel militer, termasuk pasukan khusus. Jumlah ini dua kali lipat lebih besar ketimbang latihan serupa tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut laporan Kementerian Pertahanan Korsel, untuk pertama kalinya latihan perang akan menggunakan skenario jatuhnya rezim Kim Jong-un di Korut.
Seperti sebelumnya, Korut diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan yang mengecam rencana latihan gabungan kedua negara. Tahun lalu, Pyongyang mengatakan latihan gabungan AS-Korsel untuk mengganggu kedaulatan dan martabat Korut.
(den)