Seperti dilansir Reuters, citra tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan fasilitas di Cuarteron Reef sudah hampir rampung dan pulau buatan itu kini telah menutupi sekitar 210.500 meter kuadrat.
Hal ini terpantau dari sudah dibangunnya dua menara radar di bagian utara lahan dan tiang setinggi 20 meter juga telah tertancap di sebagian besar wilayah selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan yang mengacu pada analisis citra satelit dari Januari hingga Februari ini juga memperlihatkan bahwa China sudah memperluas cakupan radar di bagian utara Laut China Selatan, mulai dari Pulau Paracel hingga bagian barat laut Spratly.
Sebelumnya, China memang sudah mengoperasikan radar di Fiery Cross. Namun menurut seorang analis militer kawasan, instalasi baru ini akan memberikan gambaran lebih jelas bagi China.
Pekan lalu, AS dan Vietnam mengungkapkan kekhawatiran atas tindakan China yang menempatkan rudal canggih di Paracel.
Laporan ini dilansir hanya beberapa hari menjelang kunjungan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, ke AS. Washington diperkirakan bakal mengangkat masalah ketegangan di kawasan Asia Tenggara lantaran klaim China di Laut China Selatan ini.
China mengklaim sebagian besar wilayah Laut China Selatan yang merupakan jalur perdagangan sibuk. Beijing membangun Kepulauan Spratly di perairan Laut China Selatan yang disengketakan pula oleh Vietnam, Malaysia, Brunei, Filipina, dan Taiwan. (stu/stu)