Dalam laporannya Le Monde menyebutkan, Presiden Perancis Francois Hollande telah memerintahkan "aksi militer tidak resmi" yang dilakukan oleh unit pasukan elite dan agen intelijen DGSE di daerah konflik Libya.
Lihat juga:ISIS Penggal 11 Pasukan Keamanan di Libya |
Libya saat ini tengah mengalami dualisme kepemimpinan yang keduanya didukung kelompok bersenjata. Akibat ketidakpastian politik, wilayah di gurun Libya kebanyakan tanpa pemerintahan, menjadi tempat persembunyian strategis bagi kelompok-kelompok radikal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hollande sebelumnya telah menegaskan Perancis tengah berperang dengan ISIS menyusul gelombang serangan di bar, restoran, gedung konser dan dekat stadion olahraga November tahun lalu yang menewaskan 130 orang.
Kementerian pertahanan Perancis sebelumnya mengonfirmasi bahwa jet tempur mereka tengah melakukan operasi mata-mata di Libya.
Harian ini juga melaporkan beberapa blogger yang mengaku melihat pasukan khusus Perancis di timur Libya sejak pertengahan Februari lalu.
Seorang pejabat pertahanan senior Perancis yang dikutip Le Monde mengatakan: "Hal terakhir yang harus dilakukan adalah intervensi di Libya. Kami harus menghindari aksi militer terbuka, dan beraksi secara rahasia." (stu)