Menurut pernyataan Kedutaan Besar RI di Dili yang diterima CNN Indonesia, Kamis (25/2), para WNI dari Maritain, Kabupaten Alor ini masuk ke pantai Largo-Lecidere, Dili, Timor Leste dengan delapan kapal tongkang pada 16 Februari 2016. Mereka bermaksud melakukan aktivitas dagang ikan.
"Oknum Joao Filipe juga menjanjikan akan mengurus segala dokumen terkait perizinan dagang ikan dimaksud," ujar pernyataan KBRI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkait hal ini, KBRI Dili juga telah membangun komunikasi dengan Pemda Alor, NTT mengenai pentingnya membangun kesadaran para nelayan tradisional tentang batas-batas negara, kepemilikan perizinan resmi untuk mendukung aktivitas para nelayan tradisional dan perlintasan tradisional serta hubungan kekerabatan masyarakat kedua negara," ujar KBRI Dili. (stu)