Dalam surat berjudul "kepada rakyat Amerika" itu, Osama menyerukan warga Amerika Serikat untuk membantu Presiden Barack Obama untuk memerangi perubahan iklim yang "berbahaya" dan "menyelamatkan kemanusian." Surat itu dibeberkan ke publik oleh Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat, ODNI pada Selasa (1/3).
Surat yang tidak bertanggal dan tidak ditandatangani itu diyakini oleh para pejabat intelijen AS ditulis oleh Osama. Surat ini nampaknya ditulis tak lama setelah Obama memulai masa jabatan pertamanya pada 2009.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekhawatiran Osama ini juga terungkap dalam sebuah rekaman audio yang dirilis al-Jazeera pada Januari 2010.
Osama juga menyalahkan perang di Irak dan Afghanistan yang dipimpin AS dan pendudukan Israel di Palestina.
"Karena bagi kami, Irak kami diinvasi sebagai buah dari tekanan kapitalis yang serakah akan 'emas hitam' [minyak], dan Anda terus mendukung penindasan Israel dalam pendudukan mereka di Palestina karena ditekan oleh pemerintahan Anda yang dikuasai oleh pelobi Yahudi dengan kemampuan keuangan mereka yang sangat besar," bunyi surat itu.
Menurut Osama, hal ini akan memungkinkan Obama untuk membuat "keputusan rasional untuk menyelamatkan manusia dari gas berbahaya yang mengancam takdirnya," kata Osama.
Dalam surat terpisah, Osama mendesak bawahannya untuk menghubungi media AS untuk memberitakan peringatan 10 tahun 9/11, serta seruan untuk memangkas emisi gas rumah kaca.
Bin Laden berpendapat bahwa dunia akan lebih baik jika masyarakat memerangi perubahan iklim ketimbang melancarkan perang melawan Islam.
"Ini adalah perjuangan antara dua budaya terbesar di Bumi, dan [perjuangan ini] dibayangi kondisi [perubahan] iklim yang berbahaya." (ama)