China Tingkatkan Anggaran Pertahanan 2016 Hingga 7 Persen

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Jumat, 04/03/2016 12:53 WIB
Anggaran pertahanan China tahun ini akan meningkat sekitar tujuh hingga delapan persen dibandingkan tahun lalu, meskipun dengan margin yang rendah. Anggaran pertahanan China tahun ini akan meningkat sekitar tujuh hingga delapan persen dibandingkan tahun lalu, meskipun dengan margin yang rendah. (Reuters/Damir Sagolj)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru bicara parlemen China, Fu Ying menyatakan bahwa anggaran pertahanan China tahun ini akan meningkat sekitar tujuh hingga delapan persen dibandingkan tahun lalu.

Dalam konferensi pers pada Jumat (4/2), Fu menjelaskan bahwa total anggaran pertahanan China akan dirilis pada Sabtu, ketika sesi tahunan parlemen China resmi dibuka.

"Anggaran militer China akan terus tumbuh pada tahun ini, tapi dengan margin yang akan lebih rendah dari tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya," kata Fu Ying juru bicara Kongres Rakyat Nasional (NPC), parlemen China yang dikendalikan oleh Partai Komunis.
"[Peningkatan] akan terjadi antara tujuh hingga delapan persen," ujar Fu, dikutip dari AFP.


Menurut laporan media China, Global Times, Fu menyatakan bahwa peningkatan anggaran pertahanan pada 2016 sejalan dengan kebutuhan pertahanan nasional China dan pendapatan fiskal.

Peningkatan anggaran pertahanan pada 2016 ini, lanjut Fu, diperkirakan merupakan yang terendah dalam beberapa tahun terakhir. Fu menyebutkan hal ini serupa dengan peningkatan anggaran pertahanan pada 2010, yang hanya mencapai 7,5 persen.
Perekonomian China tumbuh 6,9 persen pada 2015 dan merupakan pertumbuhan paling lambat dalam seperempat abad terakhir. Hal ini dikarenakan oleh sejumlah faktor, seperti penurunan pasar properti, anjloknya perdagangan dan melemahnya aktivitas pabrik.

Menurut laporan Reuters, tahun lalu China menganggarkan 886,9 miliar yuan untuk sektor pertahanan. Angka ini merupakan peningkatan sebesar 10,1 persen dari anggaran pada 2014.

Para pakar menyakini bahwa anggaran militer China setiap tahun selalu lebih besar dari yang dipublikasikan secara resmi.
Januari lalu, China membentuk tiga unit militer baru dan akan memperbarui perangkat militer serta memodernisasi struktur komando angkatan bersenjata.  Langkah ini adalah bagian dari peningkatan kapasitas angkatan bersenjata yang diumumkan Presiden Xi Jinping November lalu.

Tiga unit militer yang diresmikan oleh Presiden Xi Jinping terdiri dari unit komando umum untuk tentara, angkatan rudal dan pasukan pendukung strategis bagi Tentara Pembebasan Rakyat, PLA.

Xi menyatakan bahwa unit baru ini akan "meningkatkan ketahanan nuklir dan kapasitas serangan-balik, kemampuan serangan presisi jarak jauh dan menengah, begitu juga dengan kapasitas strategis untuk membangun kekuatan roket yang modern dan kuat."

Reformasi militer China dilakukan dalam pemerintahan Xi dengan mendirikan struktur komando operasional gabungan pada 2020 dan memotong jumlah tentara hingga 300 ribu orang.