Bantahan ini dilontarkan kerajaan menyusul tajuk utama harian The Sun berjudul "Ratu Dukung Brexit" pekan ini.
Dalam laporan itu, surat kabar The Sun mengutip berbagai sumber tak dikenal yang menyatakan bahwa Elizabeth sudah menunjukkan sinyal tidak setuju atas keanggotan Inggris dalam Uni Eropa, setidaknya melalui dua kesempatan selama dekade terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait laporan The Sun, Istana Buckingham juga telah mengajukan protes resmi kepada badan pengawas pers Inggris, Organisasi Standar Pers Independen. Dalam protes itu, Buckingham menyebut sejumlah undang-undang yang mengatur kode etik editor soal akurasi berita yang dipublikasikan.
Membantah hal ini, Clegg menyebut laporan tersebut omong kosong. "Saja tidak ingat ini pernah terjadi dan bukan hal yang saya akan saya lupakan," kicaunya di akun media sosial Twitter.
Berbagai laporan The Sun sebelumnya juga kerap mengkritik keanggotaan Inggris di Uni Eropa. The Sun menyebut Ratu Elizabeth pernah menyatakan kepada sejumlah anggota parlemen bahwa dia tidak pernah memahami Eropa.
Meski demikian, The Sun tetap mempertahankan laporannya. "The Sun tetap mempertahankan artikelnya yang didasarkan pada dua sumber dan disajikan dalam [gaya bahasa] yang baik. The Sun akan membela keluhan ini dengan penuh semangat," ujar juru bicara The Sun yang tidak dipublikasikan namanya.
Komentar sang ratu ditafsirkan sebagai dukungan kepada mereka yang mendukung Skotlandia tetap bergabung dengan Inggris.
Jajak pendapat yang dipublikasikan Reuters menunjukkan suara para pemilih terbelah dalam referendum antara mendukung Inggris bertahan di Uni Eropa atau lepas.
Ratu Elizabeth sendiri harus harus tetap berada di atas politik Inggris, menurut konstitusi tidak tertulis Inggris. (ama)