Clinton, salah satu kandidat calon presiden dari Partai Demokrat, kerap menerima pertanyaan soal emailnya setelah diketahui dia menggunakan akun email pribadi dan server pribadi selama menjabat sebagai menlu AS periode 2009-2013.
RNC menyatakan tuntutan hukum mereka ajukan setelah Kemenlu AS dinilai gagal merespon secara tepat waktu atas permintaan perilisan email tersebut, atas nama Undang-undang Kebebasan Informasi pada Desember lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
RNC menjabarkan bahwa gugatan hukum pertama meminta perilisan email, pesan di BlackBerry Messenger maupun pesan singkat antara Clinton yang saat itu masih menjabat sebagai menlu dan beberapa ajudan seniornya, termasuk kepala staf Cheryl Mills, dan direktur perencanaan kebijakan, Jake Sullivan.
Permintaan tersebut termasuk perilisan email kepada para pejabat Kemenlu RI, website kampanye Clinton, HillaryClinton.com, atau website yayasan mantan Presiden Bill Clinton, ClintonFoundation.org.
Gugatan ini juga meminta perilisan email dari domain MediaMatters.org, organisasi nirlaba yang berusaha untuk melawan apa informasi konservatif yang menyesatkan di media AS. (ama)