Pernyataan yang dirilis pada Kamis (10/3) ini menyanggah laporan pejabat AS sebelumnya yang menyebut komandan ISIS itu tewas dalam serangan udara.
Direktur Observatory, Rami Abdulrahman, mengatakan bahwa Omar terluka parah namun tidak tewas dan telah dibawa ke Raqqa—yang diklaim sebagai ibu kota ISIS di Suriah—untuk perawatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Observatory mengatakan mereka mengumpulkan informasi dari semua sisi di konflik Suriah. Namun laporan ini pun tak bisa diverifikasi secara independen.
Lahir di Georgia pada 1986, Omar punya reputasi sebagai penasihat militer pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi.
Serangan udara AS sendiri memang menargetkan Omar, melibatkan jet tempur dan pesawat tanpa awak.
Seorang petinggi pasukan milisi Kurdi di Suriah, YPG, pada Selada mengatakan ia menerima laporan bahwa Omar telah teas, namun tak punya detail lebih lanjut dan tak bisa mengonfirmasi laporan kematiannya tersebut. (stu)