"Pelacur," ucap satu perempuan yang kemudian disambut oleh wanita lain dengan mengucap, "anjing," dan "babi gendut."
Adegan kemudian berlanjut ke perkenalan konten video secara keseluruhan. Seorang perempuan berkacamata berkata, "Pernyataan langsung dari Donald Trump mengenai perempuan."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komentar berbau seksis dan meremehkan perempuan kemudian kerap terdengar dalam setiap kampanye Trump sejak ia mengumumkan keikutsertaannya dalam pertarungan menuju Gedung Putih.
Ketika sang moderator, Megyn Kelly, bertanya mengenai komentar Trump yang meremehkan perempuan selama ini, pebisnis itu hanya berkata bahwa wanita, "mengeluarkan darah dari sekujur tubuhnya."
Setelah kontroversi merebak, Trump lantas membela diri dan mengatakan bahwa ia mendukung perempuan. Ia juga akan memperjuangkan pelayanan kesehatan bagi perempuan, tapi bukan aborsi.
"Saya benar-benar kebalikannya. Saya menghargai perempuan. Saya ingin membantu perempuan. Saya ingin melakukan berbagai hal untuk perempuan yang tak mungkin dilakukan oleh kandidat lain. Ini sangat penting bagi saya," ujar Trump kepada CNN pada Agustus lalu.
Clinton pun menyerang balik dengan mengatakan bahwa Trump mungkin memiliki kesukaan tersendiri terhadap isu seksis. Trump memukul balik Clinton dengan mengomel di Twitter bahwa Bill Clinton juga melakukan hal sama dahulu.
Pernyataan-pernyataan Trump ini membuat Partai Republik terbelah. Our Principles PAC sendiri sudah menghabiskan dana US$5,3 juta atau sekitar Rp69,3 miliar untuk melawan Trump. (ama)