Di awal suratnya, Stanton menjabarkan bahwa ia tidak pernah mau menyentuh ranah politik karena tak ingin mengambil risiko merusak niat baik para kandidat dengan memihak dalam pemilu yang sarat konten ini.
Stanton lantas menjabarkan mengapa ia akhirnya memutuskan untuk menuliskan surat kepada Trump ini di laman Humans of New York, situs yang kini menjadi wadah untuk memperkenalkan kesenian dan kemanusiaan di negara bagian tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya seorang jurnalis, Tuan Trump. Selama dua tahun terakhir saya melakukan wawancara intensif dengan ratusan Muslim secara acak di jalan-jalan Iran, Irak, dan Pakistan. Saya juga mewawancarai ratusan pengungsi Suriah dan Irak di tujuh negara berbeda. Saya dapat memastikan bahwa orang yang penuh kebencian adalah Anda," tutur Stanton.
Fotografer yang masuk dalam daftar "30 Under 30 World Changers" versi majalah Times ini akhirnya menegaskan bahwa masyarakat tidak akan membiarkan Trump mengubah citranya menjadi "pemersatu."
Surat terbuka Stanton ini disukai oleh banyak pengguna Facebook. Dalam sebelas jam, jumlah "jempol" yang diberikan bagi surat ini mencapai 1,3 juta, termasuk dari Hillary Clinton, bakal capres kubu Demokrat.
Gelombang protes bukan hanya datang dari Stanton, tapi juga sekelompok perempuan yang tergabung dalam Our Principles PAC. Kelompok yang terdiri dari staf tinggi mantan pesaing Trump dari Partai Republik, Jeb Bush, ini baru saja meluncurkan video iklan yang menampilkan beberapa perempuan membacakan komentar tajam Trump mengenai wanita. (stu/stu)