Menurut laporan pengadilan, Francis Lorenzo, 48, akan mengikuti pengadilan di Manhattan untuk pembacaan pengakuan. Pengacara Lorenzo mengatakan, mantan wakil dubes Dominika untuk PBB itu akan mengaku telah berkonspirasi dalam penyuapan.
"Duta Besar Lorenzo menyesal dan memilih bertanggung jawab penuh atas partisipasinya dalam tindak kriminal dengan pelaku lainnya," kata Brian Bieber, pengacara Lorenzo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lorenzo disebut memfasilitasi suap ini dengan menerima uang dari Jeff Yin, asisten Ng, untuk diberikan kepada Ashe.
Ashe juga menerima lebih dari US$800 ribu (Rp10,5 miliar) dari seorang pengusaha China untuk mendukung kepentingan mereka di PBB dan Antigua.
Lorenzo yang ditunjuk wakil duta besar PBB untuk Republik Dominika pada 2004, sempat mencoba menghindari hukum dengan menggunakan kekebalan diplomatik.
Namun Hakim Distrik AS Vernon Broderick pada Februari lalu menolak upaya Lorenzo. Pasalnya menurut Broderick, Lorenzo adalah warga naturalisasi AS yang tidak berhak mendapatkan imunitas saat menjadi diplomat.
Selain penyuapan, Lorenzo dalam pengadilan juga akan mengaku bersalah atas kasus pencucian uang dan penggelapan pajak.
Juru bicara PBB mengatakan kasus ini membuka kesempatan untuk memperkuat kepresidenan Sidang Umum. Beberapa pengamat mengatakan, Sidang Umum PBB sangat longgar pengawasannya sehingga rentan pelanggaran. (ama)