"Dengan ini, saya mengumumkan bahwa Tatmadaw [tentara Myanmar] turut bangga atas terpilihnya U Htin Kyaw sebagai Presiden dalam pemilu parlemen dan kami akan terus bekerja sama di segala sektor demi perdamaian, persatuan, dan pembangunan," ujar Hlaing melalui jejaring sosial Facebook seperti dikutip Reuters, Rabu (16/3).
Dalam pemungutan suara pada Selasa (15/3) ini, parlemen Myanmar memilih presiden dari tiga calon, yaitu dua kandidat yang diusung parlemen, dan satu calon lainnya diajukan oleh militer. Dalam pemerintahan semi-sipil Myanmar, militer masih menguasai seperempat porsi parlemen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kyaw merupakan penulis yang sudah menjadi teman Suu Kyi sejak lama. Sebelumnya, NLD memang sudah menyusun siasat untuk meloloskan Kyaw.
"Kami sudah merencanakan untuk memilih Htin Kyaw dan tidak boleh ada kesalahan dalam praktiknya," ujar seorang anggota parlemen dari Partai NLD yang enggan diungkap identitasnya pada Senin (14/3).
Junta militer juga menolak perubahan konstitusi yang dapat menjegal langkah Suu Kyi menjadi presiden. Konstitusi itu mengatur bahwa presiden Myanmar tak boleh memiliki pasangan atau keturunan dengan paspor asing. Anak dan suami Suu Kyi sendiri berkewarganegaraan Inggris.
Tak hilang akal, Suu Kyi pun mengatakan bahwa ia akan menunjuk seorang presiden yang dapat ia atur. Pilihan Suu Kyi akhirnya jatuh ke tangan Kyaw karena sangat percaya terhadap loyalitas teman lamanya itu. (stu/stu)