NLD mengusulkan Htin Kyaw, yang baru bergabung dengan NLD dua bulan lalu, sebagai kandidat mereka dari majelis rendah. Kyaw mengelola sebuah yayasan yang dibuat Suu Kyi dan dikenal dekat dengan perempuan ikon demokrasi Myanmar itu sejak pertengahan 1990-an.
Suu Kyi bersama partainya, NLD, menang besar pada pemilu November tahun lalu, namun Suu Kyi sendiri tak bisa menjadi presiden karena konstitusi Myanmar melarang presiden memiliki suami atau anak berkewarganegaraan asing. Mendiang suami Suu Kyi dan dua orang anaknya berkebangsaan Inggris.
Lihat juga:Myanmar Gelar Pemilu Presiden pada 10 Maret |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya ingin memohon rakyat untuk mendukung dan berdiri bersama NLD dengan kebijakan dan visi,” kata dia. “NLD bertekad untuk memenuhi ekspektasi rakyat dan akan melakukan yang terbaik.”
Lihat juga:Anggota Parlemen Baru Myanmar Dilantik |
NLD juga menominasikan Henry Vantriu, anggota kelompok etnis Chin dari negara bagian Chin, yang berbatasan dengan India dan Bangladesh, sebagai kandidat presiden dari majelis tinggi.
NLD sebelumnya memang sudah diprediksi akan menunjuk wakil dari kelompok minoritas untuk kandidat majelis tinggi, untuk menjadi wakil presiden.
Di bawah sistem pemilihan presiden tak langsung yang dianut Myanmar, akan ada tiga nomine, satu dari majelis rendah, satu dari majelis tinggi, dan satu dari blok militer di parlemen. Militer memiliki jatah 25 kursi di parlemen Myanmar.
Tiga orang nomine tersebut akan diperiksa oleh komisi parlemen. Setelah itu, majelis rendah dan tinggi akan melangsungkan sesi bersama guna melakukan pemungutan suara untuk memilih presiden. Pemenang akan menjadi presiden, dan dua nomine lain akan menjadi wakil presiden.
Presiden terpilih nantinya akan membentuk kabinet baru pada 1 April, kecuali menteri dalam negeri, menteri pertahanan dan keamanan perbatasan, akan ditunjuk langsung oleh kepala angkatan bersenjata. (stu)