Ancaman Bom, Penumpang Air India Dievakuasi di Bangkok

Amanda Puspita Sari/AFP, CNN Indonesia | Kamis, 17/03/2016 09:58 WIB
Ancaman Bom, Penumpang Air India Dievakuasi di Bangkok Ilustrasi pesawat Air India (Dok. Wikimedia/Jose Luis Celada Euba/CC BY-SA 2.0)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penumpang pesawat Air India dievakuasi menggunakan peluncur darurat di bandar udara internasional utama di Bangkok menyusul ancaman bom yang ternyata tidak terjadi.

Pesawat Air India dengan nomor penerbangan 332 membawa 231 penumpang dari Delhi menuju Bangkok ini kemudian diperintahkan untuk memarkir di area yang terisolasi di bandara Suvarnabhumi setelah adanya laporan ancaman bom yang dapat meledak di dalam pesawat.
"Setelah instansi terkait memeriksa pesawat, bagasi dan penumpang, tidak ditemukan benda mencurigakan. Bandara Suvarnabhumi membatalkan operasi darurat," bunyi pernyataan Airports of Thailand (AOT) pada Kamis (17/3).

Para penumpang dievakuasi dengan menggunakan karet peluncur darurat yang biasa disediakan di pesawat untuk mempercepat proses evakuasi sehingga penumpang tak perlu menggunakan tangga pesawat. Sebanyak 42 penumpang mengalami luka ringan akibat evakuasi ini dan mendapatkan pertolongan pertama di bandara.


Salah satu penumpang dirawat di rumah sakit karena menderita nyeri dada dan memiliki penyakit jantung.

Hingga saat ini, petugas bandara belum memberikan komentar soal sifat ancaman bom.
Pesawat Air India ini meninggalkan Delhi pukul 14:05 waktu setempat dan mendarat di Suvarnabhumi pada 07:13, terlambat dari waktu yang dijadwalkan, menurut situs maskapai itu.

Setelah ancaman bom tidak terbukti, pihak bandara kemudian membatalkan prosedur darurat sekitar tengah malam.

Bandara Suvarnabhumi adalah bandara internasional terbesar Thailand dengan sekitar 50 juta penumpang per tahun. (ama/ama)