Dalam pengadilan Rabu (16/3) di Oslo, Breivik mengatakan negara hendak membunuhnya pelan-pelan dengan memasukkannya seorang diri ke dalam penjara khusus. Dia juga mengeluhkan makanan penjara yang dipanaskan dengan microwave. Menurut dia, makanan itu "lebih buruk dari waterboarding" atau teknik penyiksaan dengan air.
"Yang terburuk adalah isolasi. Saya dipenjara hingga 23 jam per hari. Selama lima tahun, negara mencoba membunuh saya dengan perlakuannya. Lebih baik saya ditembak daripada diperlakukan lebih buruk dari binatang," kata Breivik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anders Breivik, pembantai 77 orang di Norwegia, melakukan salam Nazi di pengadilan Oslo. (Reuters/Gwladys Fouche) |
Pengacara pemerintah membantah seluruh pengakuannya. Menurut pengacara pemerintah, perlakuan terhadap Breivik sudah lebih dari cukup.
Pria 37 tahun itu, menurut pengacara pemerintah, mendapatkan treadmill, PlayStation, sepeda statis, dan kursi malas lengkap dengan sandaran kaki. Bahkan dia boleh ikut serta dalam kontes memasak di penjara pada Natal lalu.
Tidak hanya itu, pengacara pemerintah mengatakan Breivik juga boleh membaca koran, majalah, buku, bermain puzzle, menonton DVD, dan mendengarkan musik melalui Discman.
Breivik membunuh 77 orang pada 22 Juli 2011. Pembunuhan pertama dilakukannya dengan meledakkan bom di depan kantor perdana menteri di Oslo, menewaskan delapan orang. Breivik yang saat itu mengenakan seragam polisi kemudian menembak mati 69 pemuda di pulau Utoya.
Pembantaian ini adalah peristiwa paling mematikan di Norwegia sejak Perang Dunia II, memicu trauma di negara yang memiliki reputasi keamanan dan perdamaian baik itu.
Norwegia tidak memiliki hukuman mati sehingga Breivik divonis penjara seumur hidup. Pengadilan kala itu memastikan bahwa dia tidak akan pernah lagi mengecap kebebasan.
Pemerintah menempatkannya dalam penjara seorang diri, tanpa boleh menerima pengunjung, hanya sipir dan psikiater. Menurut pengadilan, penjara seperti ini cocok untuk seorang fanatik yang berbahaya seperti Breivik.
Pada pengadilan Selasa lalu, pengacara pemerintah Adele Matheson Mestad mengatakan Breivik menolak bermain catur dengan relawan penjara dan tidak mau ikut dalam permainan hoki dalam ruangan dengan para sipir.
Di antara yang disurati Breivik adalah para penganut Nazi di Norwegia. "Di antara mereka bisa menjadi Breivik-Breivik yang baru," tegas Mestad. (ama)
Anders Breivik, pembantai 77 orang di Norwegia, melakukan salam Nazi di pengadilan Oslo. (Reuters/Gwladys Fouche)