Norwegia Beri Kesempatan Pembunuh Sadis untuk Berkuliah

Reuters, CNN Indonesia | Sabtu, 18/07/2015 00:00 WIB
Norwegia Beri Kesempatan Pembunuh Sadis untuk Berkuliah Anders Behring Breivik. (ANDERSEN/AFP/Getty Images)
Oslo, CNN Indonesia -- Tersangka pembunuh yang telah menghabisi nyawa 77 orang di Norwegia, Anders Behring Breivik, diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Oslo oleh pemerintah pada Jumat (17/7).

Breivik akan melanjutkan pendidikan dari balik sel penjara berkeamanan maksimum di Oslo.

Pemberian kesempatan bagi Breivik melanjutkan pendidikan tentu saja membuat sebagian besar masyarakat Norwegia marah.


"Ia memenuhi syarat dan kami akan terus mengawalnya," kata Rektor Universitas Oslo Ole Petter Ottersen seperti yang dilansir oleh Reuters. Ottersen juga menambahkan kalau narapidana memiliki hak untuk melanjutkan pendidikan.

Banyak masyarakat Norwegia mengkritik keputusan Breivik--yang mengaku sebagai pendukung kelompok anti-Muslim, untuk mengambil gelar sarjana dengan menempuh pendidikan selama tiga tahun di jurusan Ilmu Politik.

Beberapa mahasiswa jurusan perkuliahan tersebut adalah korban selamat dari serangan bom mobil dan penembakan Breivik. Banyak juga dari mereka yang kehilangan kerabat atas kejadian tersebut.

"Saya menyadari kalau terdapat banyak penolakan mengenai hal ini.Tapi kita harus tetap percaya ia akan berubah," ujar Ottersen.

Beberapa mata kuliah yang akan diambil Breivik adalah mengenai demokrasi, hak asasi manusi dan kerukunan terhadap minoritas.

Breivik, yang saat ini berusia 36 tahun, melakukan aksinya pada 22 Juli 2011.

Setelah meledakkan bom mobil di kawasan perkantoran dan pemerintahan di Oslo, Breivik pergi sebuah pulau di luar Oslo dan menembaki 69 orang, termasuk di antaranya ialah remaja yang sedang menghadiri kamp musim panas Partai Buruh.

Semua aktifitas pembelajaran akan dilakukan Breivik melalui petugas penjara. Breivik tidak diizinkan mendatangi kelas-kelas di Universitas Oslo. Ia juga tidak diizinkan untuk mencari informasi melalui internet dan bertemu dengan dosennya.

"Semua mata kuliah akan diajarkan dari balik sel penjara," ujar Otterson.

Keputusan pemerintah Norwegia dalam penanganan kasus Breivik memang sangat kontroversial.

Sebelum soal pendidikan Breivik, pemerintah Norwegia berenvana untuk menggelar pameran tragedi pembunuhan yang dilakukan oleh Breivik. (ard/ard)