Perdana Menteri Swedia Erna Solberg pada Rabu (8/9) mengatakan bahwa ia tidak akan memenuhi tuntutan kelompok militan itu agar membayar tebusan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah menanggapi ini dengan sangat serius," ujarnya. "Kami tidak dapat dan tidak akan menyerah pada tekanan dari teroris dan penjahat. Norwegia tidak membayar uang tebusan. Itu adalah prinsip, kami tidak bisa menyerah dalam berurusan dengan teroris.”
Ia mengatakan pembayaran uang tebusan akan meningkatkan risiko warga Norwegia lain diculik.
Solberg mengatakan pihak pemerintah saat ini sedang mengatasi kasus ini, namun ia tidak menjawab pertanyaan lain dari wartawan.
Sebuah situs web Dabiq yang dimiliki oleh ISIS menunjukkan gambar dua orang yang mereka klaim sebagai orang Norwegia dan China, dan mengatakan bahwa pemerintah mereka telah “meninggalkan” mereka berdua, tapi pembayaran uang tebusan bisa menyelamatkan nyawa mereka. (stu)