Serangan itu tidak mengakibatkan korban atau kerusakan namun memaksa otoritas menutup fasilitas milik perusahaan Norwegia, Statoil, dan BP tersebut sebagai pencegahan.
Al-Qaidah di Islam Maghrib (AQIM) telah mengklaim beberapa serangan di berbagai lokasi di kawasan itu, termasuk serangan di Pantai Gading pada Ahad lalu yang menewaskan 18 orang—sebagai balas dendam atas serangan Perancis terhadap militan Islam di Sahel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan di negara Afrika Utara itu jarang terjadi sejak perang sipl berakhir, namun AQIM dan militan yang berafiliasi dengan ISIS masih aktid, kebanyakan di wilayah pelosok di selatan dan wilayah pegununan di timur Aljazair.
Infrastruktur mink dan gas Aljazair sebenarnya dijaga ketat oleh militer, terutama sejak serangan militan di kilang gas Amenas, juga dioperasikan oleh BP dan Statoil, menewaskan 40 pekerja. (stu)