Pada dasarnya, siapa pun yang memegang kekuasaan atau ingin memegang kekuasaan di Amerika Serikat akan menghadiri konferensi yang digelar di Washington ini. Tak terkecuali, para kandidat calon presiden, baik dari Partai Republik maupun Demokrat.
Satu-satunya kandidat capres AS yang tak hadir dalam konferensi AIPAC adalah Bernie Sanders, yang keturunan Yahudi, dengan alasan bentrok dengan jadwal kampanyenya di Utah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut laporan Fortune pada Senin (21/3), AIPAC, seperti juga badan pelobi Israel lainnya secara umum, terhubung secara longgar dengan Political Action Committee (PAC), organisasi yang berisi para kontributor dan pendonor dana untuk menggelar kampanye baik untuk mendukung maupun menentang pencalonan kandidat, inisiatif pemungutan suara dan undang-undang.
Kelompok ini memiliki salah satu upaya lobi yang paling canggih dalam perpolitikan AS, dengan pelobi profesional yang mampu melobi para pejabat Kongres AS untuk melindungi kepentingan Israel. Organisasi ini memiliki perwakilan di seluruh penjuru AS yang dapat melobi anggota Kongres dari distrik asal mereka.
Dalam siklus kampanye 2016 saja, tercatat sebanyak US$7.168.396 disumbangkan untuk kampanye federal dari sejumlah individu pro-Israel dan berbagai PAC, menurut data dari Open Secrets. Sementara pada siklus kampanye 2012, sebanyak US$15.102.201 disumbangkan dari kelompok tersebut.
Jika dibandingkan dengan pelobi Arab-Amerika atau Palestina-Amerika, AIPAC merupakan organisasi yang sangat besar, baik dalam bentuk aliran dana di dalamnya maupun ukuran organisasi dan pengaruhnya. Sejumlah organisasi pelobi Yahudi lainnya, seperti J Street dan Jewish Voice for Peace yang muncul belakangan ini sangat kecil pengaruhnya dibandingkan dengan AIPAC.
Itulah mengapa menghadiri konferensi AIPAC dianggap sebagai hal yang penting bagi kandidat calon presiden AS. Itu pula sebabnya ketidakhadiran Bernie Sanders dalam konferensi ini menuai perbincangan yang besar di AS. (ama)