Diberitakan USA Today, Senin (21/3), kandidat Partai Demokrat ini mengatakan AS dan Israel sebagai dua negara yang bersahabat harus "jujur dan terbuka" soal perbedaan mereka. AS, kata Sanders, sebaiknya tidak hanya bersahabat dengan Israel, tapi juga Palestina.
Palestina menurut pria 74 tahun ini, harus mengakui kedaulatan Israel dan menghentikan serangan terhadap negara Yahudi tersebut. Israel juga harus menjamin keamanan warga Palestina, menghentikan blokade Gaza, dan berhenti melakukan respons "yang tidak proporsional" atas setiap serangan warga Palestina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah topik yang sulit. Masalah ini sulit dibicarakan oleh kebanyakan warga Amerika dan Israel. Tapi bagi saya jelas, jalan menuju perdamaian adalah dengan melihat persamaan pada nilai-nilai kemanusiaan untuk membuat keputusan yang sulit namun adil," kata Sanders.
Semua kandidat hadir dan berpidato dalam forum itu. Ada Donald Trump, John Kasich, dan Ted Cruz dari Partai Republik. Dan dari Partai Demokrat hanya Hillary Clinton.
Sebagai orang Yahudi pertama yang memenangkan pemilihan primer kandidat calon Presiden AS, Sanders mengatakan bahwa dia adalah satu-satunya kandidat yang memiliki ikatan pribadi dengan Israel. Dia pernah tinggal di permukiman sosialis Yahudi di Israel, atau kibbutz, usai lulus dari University of Chicago.
Sanders yang biasanya bicara soal ekonomi, dalam pidato 30 menit di Utah mengatakan negara-negara Teluk harus lebih bertanggung jawab dan terlibat dalam upaya melawan ISIS.
Dia juga mendukung kesepakatan nuklir AS dengan Iran. Kesepakatan yang berujung pada dihapuskannya sanksi dan embargo Iran itu ditolak keras oleh AIPAC dan disebut sebagai salah satu kegagalan lobi Israel di AS.
"Saya tidak menerima gagasan bahwa sikap pro-Israel harus menentang kesepakatan itu. Mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir tidak hanya memperkuat keamanan AS, namun juga keamanan Israel," ujarnya. (stu)