Rangkaian Ledakan di Brussels, Tak Ada Laporan Korban WNI

Hanna Azarya Samosir, Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Selasa, 22/03/2016 17:01 WIB
Rangkaian Ledakan di Brussels, Tak Ada Laporan Korban WNI Ilustrasi penjagaan di stasiun metro Brussels. (Reuters/Francois Lenoir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Luar Negeri hingga saat ini tak menerima laporan soal adanya warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam rangkaian ledakan yang mengguncang Brussels, Belgia, pada Selasa (22/3).

"Hingga kini tidak ada WNI yang menjadi korban peristiwa tersebut. KBRI Brussel akan terus melakukan penelusuran dan mengamati perkembangannya," ujar Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhamad Iqbal, dalam pernyataan resminya.

Merujuk pada data Kemlu, terdapat sekitar 1.630 WNI di Brussels dan Luxembourg. Bagi warga yang ingin mengetahui keadaan kerabat di Belgia, KBRI Brussels membuka saluran hotline di +32478957214.
Sementara itu, KBRI Brussels mengimbau WNI yang berada di Belgia untuk waspada dan menghindari tempat keramaian.


"Kami dari pihak KBRI Brussels sudah mengeluarkan imbauan terkait adanya dua ledakan, bisa dicek di website dan Facebook kami sejak pukul 9.30 waktu setempat. Kami mengimbau agar WNI berhati-hati dan menjauhi tempat keramaian, seperti stasiun dan airport," ujar Sektretaris Pertama Fungsi Pensosbud KBRI Brussels, Devdy Riva, ketika dihubungi CNN Indonesia.

Rangkaian ledakan bom yang mengguncang pusat ibukota Belgia terjadi di dekat kantor berbagai institusi mancanegara, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia di Brussels.

Dua ledakan pertama terjadi di Bandara Zaventem, Brussels, dan media lokal melaporkan setidaknya 13 orang tewas dan 35 lainnya terluka. Berselang tak sampai satu jam, ledakan kembali terjadi di Stasiun Metro Maelbeek yang terletak hanya 14 kilometer dari Zaventem.
Menurut Iqbal, Stasiun Metro Maelbeek tersebut hanya berjarak 6,5 kilometer dari KBRI Brussels. Namun, Devdy memastikan bahwa kondisi di sekitar KBRI Brussels kini masih aman.

"Kondisi saat ini di sekitar KBRI Brussels masih belum berpengaruh karena cukup jauh juga dari kami. Dari pantauan rekan kami di metro station, suasana cukup ramai, korban-korban diangkat dari stasiun bawah tanah," kata Devdy.

Otoritas Belgia sendiri sudah menaikkan kondisi keamanan ke level tertinggi, yaitu empat. Pemerintah juga membatalkan semua penerbangan dari dan menuju bandara di Belgia serta menutup transportasi publik.
Dua insiden beruntun ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah aparat keamanan menangkap salah satu tersangka pelaku serangan teror Paris, Salah Abdeslam, di Brussels pada Jumat (18/3) lalu.

Abdeslam merupakan satu-satunya tersangka serangan Paris yang berhasil ditangkap dalam keadaan hidup. Pengacara Abdeslam mengatakan bahwa kliennya akan bekerja sama dengan penyidik kepolisian dan memberikan informasi berharga tentang jaringan militan di balik serangan yang menewaskan 130 orang itu. (stu)