Mereka yang mengahadiri perayaan itu pada Senin (21/3) di geledah oleh polisi, mengingat perayaan ini terjadi di tengah tingginya tensi pemerintah Turki dan kelompok kiri Turki menyusul rangkaian bom di Istanbul dan Ankara. Wilayah tenggara Turki sendiri didiami oleh mayoritas warga Kurdi dan merupakan basis dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dicap Ankara sebagai teroris.
Dalam pernyataan yang dibacakan pada festival tahun lalu, Ocalan mengatakan pemberontakan PKK 30 tahun silam tak dapat “dilanjutkan” dan mendesak diadakannya kongres untuk meletakkan senjata mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Senin, pihak berwenang Turki mencabut jam malam agar Newroz dirayakan di daerah Kaynartepe, Diyarbakir. Tetapi, polisi memberlakukan penjagaan ketat dan memeriksa kendaraan dan identitas di hotel dan kafe.
Beberapa pemboman dilakukan oleh militan Kurdi yang berhubungan dengan PKK, meskipun pemboman yang menewaskan empat orang di Istanbul pada Sabtu merupakan serangan ISIS.
Ala mengatakan, sekitar 200 ribu anggota pasukan akan menjaga keamanan selama festival Newroz, yang juga di rayakan di Iran dan Asia Tengah.
Lebih dari 40 ribu orang tewas setelah PKK meluncurkan pemberontakan pada 1984. PKK ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa. (stu)