Dalam laporan yang dirilis Kamis (24/3), UNICEF mengatakan trauma ekstrem pada anak-anak akan menghambat koneksi sel otak, yang penting untuk kesehatan, emosional dan kemampuan belajar anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang anak lahir dengan 253 juta sel otak yang disebut neuron, yang memiliki potensi untuk berkembang cepat selama tujuh tahun pertama sebelum mencapai umur dewasa sekitar satu miliar neuron, kata UNICEF.
Namun itu semua bergantung pada perkembangan anak usia dini seperti menyusui, kesempatan belajar dan kesempatan untuk tubuh dalam lingkungan yang aman.
Trauma ekstrem menempatkan anak-anak pada risiko hidup dalam keadaan stres yang menghambat koneksi sel otak, dengan konsekuensi seumur hidup untuk perkembangan kognitif mereka, perkembangan sosial dan fisik. (stu)