Sumber pemerintah AS dikutip Reuters,Selasa (29/3) mengatakan, laptop itu tiba di AS pada Jumat pekan lalu dan kini tengah sedang diperika oleh tim ahli FBI.
Belum diketahui apakah para ahli FBI berhasil menemukan data-data penting dari laptop yang diserahkan Belgia tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban tewas akibat insiden itu bertambah menjadi 35 orang, termasuk tiga pelaku bom bunuh diri.
Para pejabat AS mengatakan bahwa badan keamanan dan intelijen Belgia kewalahan dan terhambat oleh masalah politik, keuangan dan budaya dalam negeri, termasuk masalah bahasa antara penyidik yang berbahasa Perancis dan Belanda. (den)