Meski Gencatan Senjata, Bom Bunuh Diri Meledak di Yaman
Amanda Puspita Sari | CNN Indonesia
Selasa, 12 Apr 2016 22:45 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di dekat stadion sepak bola di kota pelabuhan Aden, Yaman selatan. Serangan yang terjadi saat Yaman tengah menerapkan gencatan senjata ini menewaskan sedikitnya empat orang.
Menurut keterangan saksi dan sumber keamana, 10 orang terluka dalam serangan yang nampaknya ditujukan kepada para calon tentara muda yang tengah menunggu bus di luar sebuah pos pemeriksaan militer di wilayah utara kota Aden.
Reuters melaporkan setidaknya empat orang tewas akibat insiden ini. Sementara AFP melaporkan serangan ini menewaskan lima tentara Yaman.
Aden merupakan kota pelabuhan di sebelah selatan Yaman yang sempat menjadi ibu kota sementara ketika ibu kota Sanaa berhasil dikuasai kelompok pemberontak Houthi. Ketika itu, Hadi dilaporkan sempat berlindung di Aden sebelum mencari perlindungan di Riyadh, Arab Saudi.
Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, namun kelompok militan kerap meluncurkan serangan bom bunuh diri serupa di Aden beberapa waktu lalu.
Kelompok tersebut tidak terlibat dalam gencatan senjata nasional yang dimulai di antara kedua pihak utama yang bertikai di Yaman, yakni tentara pemerintah Yaman di bawah pimpinan Presiden Hadi yang didukung Saudi dan Houthi yang didukung Iran. (ama/stu)
Menurut keterangan saksi dan sumber keamana, 10 orang terluka dalam serangan yang nampaknya ditujukan kepada para calon tentara muda yang tengah menunggu bus di luar sebuah pos pemeriksaan militer di wilayah utara kota Aden.
Reuters melaporkan setidaknya empat orang tewas akibat insiden ini. Sementara AFP melaporkan serangan ini menewaskan lima tentara Yaman.
Lihat juga:Yaman Menuju Gencatan Senjata di Akhir Pekan |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok tersebut tidak terlibat dalam gencatan senjata nasional yang dimulai di antara kedua pihak utama yang bertikai di Yaman, yakni tentara pemerintah Yaman di bawah pimpinan Presiden Hadi yang didukung Saudi dan Houthi yang didukung Iran. (ama/stu)